Yap, mungkin pembaca sekalian pernah mendengar nama organisasi ini
Sebuah organisasi yang berfokus untuk menyelenggarakan pertemuan antara audience dengan para orang-orang HEBAT.
Tujuannya sederhana, mereka yang terlibat di dalamnya ingin merubah dunia melalui 3 hal tersebut, Teknologi, Entertainment, dan Desain.
20 Mei 2012 kemarin, saya berkesempatan untuk ikut serta sebagai audience di acara TED ini, namun karena ini diselenggarakan di sebuah kampus, di Bandung, maka dinamakan TEDx ITT.
ITT sendiri merupakan singkatan dari Insitut Teknologi Telkom.
Acara dimulai dari pukul 10.00
Namun pukul 09.00 audience termasuk saya bersegera untuk melakukan registrasi ulang.
Lumayan kata saya, acara ini gratis tapi bisa dapet nametag, bolpen, dan majalah Marketeers secara cuma-cuma :))
Dari sisi dekor, tidak terlalu banyak dekorasi bisa dikatakan sederhana namun terlihat "WAH" dengan balutan warna merah dan tata cahaya kuning keemasan, serasa ekslusif.
Ada 6 pembicara di acara TEDx kali itu, pembicara pertama datang dari Tim Gatotkaca (a.k.a Candradimuka), tim yang pernah memenangkan Imagine Cup Microsoft, yang diwakili oleh perempuan cantik nan pintar dari cara bicaranya, dia adalah Kania.
Kania menceritakan bahwa di dunia, kekurangan gizi merupakan sesuatu yang masih lumrah, tak perlu jauh ke daerah Afrika. Di Indonesia, kekurangan gizi masih merupakan sesuatu yang lumrah bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Begitu sedih ia menceritakan tentang hal tersebut, sehingga membuat hatinya tergerak untuk menciptakan aplikasi mobile - computer untuk penanganan gizi. Dimana diceritakan olehnya, bahwa aplikasi tersebut dapat melaporkan berapa jumlah anak yang kekurangan gizi secara real time dan penanganannya bagi anak-anak tersebut hanya dengan menggunakan handphone.
Smells Good, menurut saya. Masih ada pemuda pemudi yang peduli dengan orang sekitarnya dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kompetisi Internasional.
Oke, 20 menit mendengar cerita darinya lebih dari cukup untuk menginspirasi saya. Pembicara kedua pun naik panggung, kali ini Tsaniya (founder game Amago) mahasiswi asal kampus ITB.
Wanita cantik nan lucu ini, menceritakan bahwa awalnya dia tidak memiliki keinginan untuk membuat sebuah game, namun karena ada tugas akhir dari kampus maka perempuan cantik ini pun mau tidak mau mengerjakannya.
Bersama dengan 2 temannya, Tsaniya merancang sebuah game bertemakan Hewan Langka, dimana di dalam game ini, gamer dapat mengenal lebih dalam tentang hewan langka yang ada di Indonesia. Ada yang sangat menarik dari game ini, awalnya saya pikir game yang ia bikin hanya game-game dengan grafis dan alur yang membosankan, namun saya salah. Dari sisi grafis, saya katakan grafisnya mirip dengan game Angry Birds, dengan karakter lucu di dalamnya membuat saya tertarik untuk mencobanya.
![]() |
| Hasna Tsaniya - Ujung Kiri |
Adapun 4 pembicara lagi, yang naik ke panggung setelah break makan siang,
keempat orang tersebut antara lain, Oxalis, Mardiyah Chamim, Yani Dama Putera, dan sutradara kawakan, Andi Bachtiar.
Bersambug...



