Perlukah BBM naik ?
Isu kenaikan bbm sudah marak dimana-mana, bahkan demonstrasi pun sudah banyak dilakukan. Ga tanggung-tanggung hampir semua daerah menolak kenaikan bbm tersebut. Penolakan tersebut datang dari masyarakat maupun para aktivis kampus.
Jika saya ditanya pendapat tentang setuju atau tidak dengan kenaikan bbm, saya jawab setuju.
Alasannya, karena setiap perusahaan dalam hal ini Pertamina, ingin mendapatkan untung bukan hanya mengolah minyak mentah yang berhasil di sedot. Dilihat dari harga bbm terutama jenis premium, angka 4500 tidak cukup untuk menutupi biaya Pertamina untuk mengolah serta memperbesar kerajaan bisnisnya. Dari sudut pandang global pun, angka 4500 sudah tidak relevan, karena harga minyak dunia pun naik. Sehingga jika langkah menaikkan bbm tidak diambil dapat merugikan pihak pertamina juga.
Selain itu, untuk angka 6000 masih terbilang wajar, karena sebelumnya kita sebagai masyarakat Indonesia pernah merasakan bbm di angka tersebut. Dan tentunya, bersama dengan sikap optimis, hasil dari keuntungan tersebut pun akan lari ke kita rakyat Indonesia. Sebab dalam benak saya, Pertamina merupakan BUMN dimana pada saat ini BUMN dipimpin oleh pemimpin yang mampu menjalankan amanah dengan baik, Dahlan Iskan.
